Ahad, 14 Juni 2015 | Kaum Perempuan Masjid Al-Hidayah gelar baksos bazaar murah

Gambar-gambar di atas adalah suasana di sela-sela kegiatan baksos bazaar murah jelang Ramadhan 2015, Ahad (14/6) pagi, di halaman masjid. Pengurus humas Mesjid Al-Hidayah Darisman Broto (ketiga kiri) berfoto bareng dengan Bimas dari Polsek Kebayoran Lama (kedua kiri) dan Kapolsek Kebayoran Lama.

Ada tujuh jenis kupon yang dibagikan panitia pelaksana baksos bazaar murah tahun ini, yaitu: Beras 370 kupon, Minyak 370

kupon, Gula 370

kupon, Mie 295

kupon, Sirup 251

kupon, SKM 131

kupon, dan Mentega 113

kupon.

Bazaar murah ini menjual harga beras untuk 5 kilogram 40 ribu rupiah, minyak goreng 9 ribu, gula pasir 10 ribu rupiah, mie instan 5 bungkus 7500, sirup Marjan 14000, SKM Gold 9500, dan mentega 4000. Pakaian layak juga meramaikan bazaar murah, kurang lebih 800 potong. Ada juga buku pelajaran bekas.

Sekitar empatpuluh orang dilibatkan menjadi voluntir untuk pelaksanakan baksos ini. Baksos mengundang ketua RT 14 dan RT 01. Juga bapak kepala sekolah SD tapi berhalangan hadir. Pun hadir Kapolsek dan beberapa personil kepolisian sektor Kebayoran Lama.

Semoga pengkhidmatan kepada warga masyarakat sekitar masjid yang tulus dan sederhana ini mendapatkan ridha Allah swt.. Aamiin.

Nonbar khotbah jumat Khalifah

image
image

KHUSYUK dan khidmat, ada lima orang, yang mendengar khotbah jumat Yang Mulia (Hadhrat) Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba..

Bertempat di MiniLibrary Masjid Al-Hidayah Kebayoran Lama Selatan, Muballigh Maulana Islandar Ahmad Gumay menerjemahkan khotbah jumat tersebut ke dalam Bahasa Indonesia. Termasuk Maulana Gumay, ada tujuh orang yang hadir di perpustakaan tersebut. Sebelum nonton dan nyimak bareng khotbah jumat, mereka semua sempat melaksanakan taklim Al-Qur’an.

“Jangan pada lupa,” kata Maulana Gumay, “pesan Mia Abdush-shamad dan Mia Talhah, (para utusan Khalifah V atba. ke Indonesia baru-baru ini), agar kita selalu menyaksikan khotbah Hudhur meski tidak mengerti bahasanya. Karena, ada keberkatan dlm mendengarkan khotbah Hudhur.”

Khotbah yang disampaikan adalah mengenai kesan-kesan Hudhur atba. dan para tamu selama menghadiri Jalsah Salanah di Jerman.

Di samping itu, dalam khotbahnya, Hudhur atba. juga bersabda bahwa “Seseorg harus memohon karunia dan berkah dari Allah untuk meningkatkan cinta kepada Allah dan untuk meningkatkan ketaatan.

“Seorang harus selalu tetap berdoa. Memang, kita tidak bisa bergerak satu langkahpun tanpa doa.

“Kita harus rendah hati saat berdoa. Semoga Allah memungkinkan kita untuk berdoa dengan cara ini.

“Ketika Allah menunjukan nikmat pada kapasitas yang lebih besar maka kita wajib mensyukurinya lebih dari sebelumnya.”

Arsip khotbah bisa diakses melalui situs Alislam.org atau link di http://khut.ba/12jun2015.

Rahmat Ali Daeng Mattiro | IslamKu.net

Nonbar khotbah jumat Khalifah

image
image

KHUSYUK dan khidmat, ada lima orang, yang mendengar khotbah jumat Yang Mulia (Hadhrat) Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba..

Bertempat di MiniLibrary Masjid Al-Hidayah Kebayoran Lama Selatan, Muballigh Maulana Islandar Ahmad Gumay menerjemahkan khotbah jumat tersebut ke dalam Bahasa Indonesia. Termasuk Maulana Gumay, ada tujuh orang yang hadir di perpustakaan tersebut. Sebelum nonton dan nyimak bareng khotbah jumat, mereka semua sempat melaksanakan taklim Al-Qur’an.

“Jangan pada lupa,” kata Maulana Gumay, “pesan Mia Abdush-shamad dan Mia Talhah, (para utusan Khalifah V atba. ke Indonesia baru-baru ini), agar kita selalu menyaksikan khotbah Hudhur meski tidak mengerti bahasanya. Karena, ada keberkatan dlm mendengarkan khotbah Hudhur.”

Khotbah yang disampaikan adalah mengenai kesan-kesan Hudhur atba. dan para tamu selama menghadiri Jalsah Salanah di Jerman.

Di samping itu, dalam khotbahnya, Hudhur atba. juga bersabda bahwa “Seseorg harus memohon karunia dan berkah dari Allah untuk meningkatkan cinta kepada Allah dan untuk meningkatkan ketaatan.

“Seorang harus selalu tetap berdoa. Memang, kita tidak bisa bergerak satu langkahpun tanpa doa.

“Kita harus rendah hati saat berdoa. Semoga Allah memungkinkan kita untuk berdoa dengan cara ini.

“Ketika Allah menunjukan nikmat pada kapasitas yang lebih besar maka kita wajib mensyukurinya lebih dari sebelumnya.”

Arsip khotbah bisa diakses melalui situs Alislam.org atau link di http://khut.ba/12jun2015.

Rahmat Ali Daeng Mattiro | IslamKu.net

MAJELIS Khuddamul Ahmadiyah Indonesia (MKAI) telah menerbitkan majalah GEMA edisi April 2015 dengan wajah baru melalui ebook. Sila baca. Isinya antara lain adalah: “Cerita EduTrip 5 pelajar ke Singapura”; “mengenal SEO yuk”; “Kuis GEMA”; dan lain-lain. Silah unduh di mkaid.org/GEMA-2015-April.


MAJELIS Khuddamul Ahmadiyah Indonesia (MKAI) telah menerbitkan majalah GEMA edisi April 2015 dengan wajah baru melalui ebook. Sila baca. Isinya antara lain adalah: “Cerita EduTrip 5 pelajar ke Singapura”; “mengenal SEO yuk”; “Kuis GEMA”; dan lain-lain. Silah unduh di mkaid.org/GEMA-2015-April.

diskusi bulanan JAI Kebayoran untuk Mei 2015

ADA kabar dari Sekretaris Ummur Kharijiah JAI Kebayoran Darisman Broto bahwa diksusi bulanan JAI Kebayoran pada Mei ini akan menghadirkan narasumber dari Maarif Institute, namanya Fajar Reza-ul-Haq.

Acara diskusi akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei, hari Sabtu mendatang.

Kesedian Fajar Reza-ul-Haq menjadi narasumber sudah didapat saat Darisman dan Sektab Fazl-e-Mujeeb menjumpainya di Jakarta Selatan, Rabu (29/5) lalu.

Tema diskusi adalah “Politik Kebhinekaan di Indonesia: Tantangan dan Harapan.” Tema diambil dari salah satu terbitan jurnal milik Maarif Institute.

_
Keterangan gambar: Darisman (kiri) dan Mujeeb (kanan) mengapir Fajar Reza-ul-Haq di Maarif Institute Jakarta Selatan.

diskusi bulanan JAI Kebayoran untuk Mei 2015

ADA kabar dari Sekretaris Ummur Kharijiah JAI Kebayoran Darisman Broto bahwa diksusi bulanan JAI Kebayoran pada Mei ini akan menghadirkan narasumber dari Maarif Institute, namanya Fajar Reza-ul-Haq.

Acara diskusi akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei, hari Sabtu mendatang.

Kesedian Fajar Reza-ul-Haq menjadi narasumber sudah didapat saat Darisman dan Sektab Fazl-e-Mujeeb menjumpainya di Jakarta Selatan, Rabu (29/5) lalu.

Tema diskusi adalah “Politik Kebhinekaan di Indonesia: Tantangan dan Harapan.” Tema diambil dari salah satu terbitan jurnal milik Maarif Institute.

_
Keterangan gambar: Darisman (kiri) dan Mujeeb (kanan) mengapir Fajar Reza-ul-Haq di Maarif Institute Jakarta Selatan.

tamu Amrik main ke masjid

image

BERANGKAT dari “Gang Sekolah” Kebayoran, Muballigh Wilayah JAI DKI Jakarta Maulana Iskandar Ahmad Gumay pergi ke Masjid Al-Hidayah JAI cabang Depok di Sawangan. Maulana Gumay didampingi istrinya.

Di Sawangan, ada para pengurus badan-badan Kebayoran, yaitu Sekretaris Ummur Kharijiah Darisman Broto, Sekretaris Tabligh Fazel-e-Mujeeb, dan Nazim Isyaat MKAI Kebayoran Firdaus Mubarik, Sabtu (14/3) pagi.

Ternyata, Darisman dan Mujeeb berangkat dari rumahnya masing-masing ke Masjid Al-Hidayah Sawangan.

Di Sawangan, JAI kedatangan tamu-tamu asal negeri Paman Sam. Mereka terdiri dari enam laki-laki dan empat perempuan, ditambah satu orang yang merupakan ketua rombongan.

Kedatangan mereka didampingi Firdaus Mubarik dan seorang warga Ahmadi DKI Jakarta Rizka Argadianti Rahmah. Firdaus dan Rizka mendampingi rombongan tetamu via bis sejak dari Universitas Indonesia di Depok.

Ketua rombongan tamu mengatakan bahwa mereka berasal dari universitas di California Selatan. Mereka baru lulus dan sedang mempelajari agama-agama di Indonesia terutama agama minoritas.

Dalam kunjungan mereka ke Indonesia selama delapan hari ini, pun ketua rombongan mengatakan, mereka akan lanjut ke Yogyakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Rombongan disambut oleh Muballigh JAI Depok Maulana Farid Mahmud Ahmad dan Bapak Ketua Yendra beserta jajaran pengurusnya.

Selama acara berlangsung, hadirin didampingi Dokter Ghia Pratama Putra sebagai penerjemah dan Tauhid Tjakraadisoerja sebagai moderator. Acara diakhiri dengan doa, makan siang, ramah tamah, dan foto bersama.


Reporter: Darisman Broto
Foto: Darisman Broto, Firdaus Mubarik, & Abimanyu
Editor: Rahmat Ali

tamu Amrik main ke masjid

image

BERANGKAT dari “Gang Sekolah” Kebayoran, Muballigh Wilayah JAI DKI Jakarta Maulana Iskandar Ahmad Gumay pergi ke Masjid Al-Hidayah JAI cabang Depok di Sawangan. Maulana Gumay didampingi istrinya.

Di Sawangan, ada para pengurus badan-badan Kebayoran, yaitu Sekretaris Ummur Kharijiah Darisman Broto, Sekretaris Tabligh Fazel-e-Mujeeb, dan Nazim Isyaat MKAI Kebayoran Firdaus Mubarik, Sabtu (14/3) pagi.

Ternyata, Darisman dan Mujeeb berangkat dari rumahnya masing-masing ke Masjid Al-Hidayah Sawangan.

Di Sawangan, JAI kedatangan tamu-tamu asal negeri Paman Sam. Mereka terdiri dari enam laki-laki dan empat perempuan, ditambah satu orang yang merupakan ketua rombongan.

Kedatangan mereka didampingi Firdaus Mubarik dan seorang warga Ahmadi DKI Jakarta Rizka Argadianti Rahmah. Firdaus dan Rizka mendampingi rombongan tetamu via bis sejak dari Universitas Indonesia di Depok.

Ketua rombongan tamu mengatakan bahwa mereka berasal dari universitas di California Selatan. Mereka baru lulus dan sedang mempelajari agama-agama di Indonesia terutama agama minoritas.

Dalam kunjungan mereka ke Indonesia selama delapan hari ini, pun ketua rombongan mengatakan, mereka akan lanjut ke Yogyakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Rombongan disambut oleh Muballigh JAI Depok Maulana Farid Mahmud Ahmad dan Bapak Ketua Yendra beserta jajaran pengurusnya.

Selama acara berlangsung, hadirin didampingi Dokter Ghia Pratama Putra sebagai penerjemah dan Tauhid Tjakraadisoerja sebagai moderator. Acara diakhiri dengan doa, makan siang, ramah tamah, dan foto bersama.


Reporter: Darisman Broto
Foto: Darisman Broto, Firdaus Mubarik, & Abimanyu
Editor: Rahmat Ali

weekend-an sambil badminton-an

image

WEEKEND-an sembari badminton-an. Itu yang dilakukan para pecinta olahraga bulutangkis dalam wadah Persatuan Bulutangkis (PB) Alhidayah Kebayoran Lama Selatan. Sabtu (14/3) pagi mereka sudah pada di lapangan GOR Jaya dekat SDN Pondok Labu 13.

PB Alhidayah melakukan tandang, silaturahmi sambil main bareng, ke kandang PB Wigan Pondok Labu. Dari hasil main bareng ini, PB Alhidayah kalah skor 3-5 dari PB Wigan.

Dari kawan-kawan PB Wigan mengatakan, mereka senang dengan kedatangan PB Alhidayah. PB Wigan meminta agar PB Alhidayah jangan kapok untuk datang jika diundang lagi.

Ada duabelas atlet yang hadir dari PB Alhidayah. Mereka adalah Maman Karnani, Abdu Azis Djamaluddin, Bukhari, Irfan, Yustiar Lukas, Sutrisno Abdul Malik, Attaul Quddus, Muhammad Sadiq Anwar, Abimanyu, Zafrullah Basyir Ahmad, Sopwatur Rohman dan Ashraf.

PB Alhidayah didirikan pada tahun 1980an di Masjid Alhidayah oleh jamaah muslim Ahmadiyyah atau Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di cabang Kebayoran, bertempat di Gang Sekolah Nomor 18, RT 001, RW 01, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Seiring bertambah waktu, kini PB Alhidayah berada di bawah pengawasan kepengurusan bidang sehat jasmani organisasi badan Majelis Ansharullah Ahmadiyyah Indonesia Cabang Kebayoran.

PB Alhidayah adalah wadah silaturahmi bagi para Ahmadi lintas badan yang gandrung kepada olahraga bulutangkis. Saban Senin dan Kamis pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, PB Alhidayah selalu mengadakan main bareng di lapangan GOR Kecamatan Kebayoran Lama.

PB Alhidayah tak hanya melulu warga Ahmadi di cabang Kebayoran saja yang bergabung. Ia menerima juga warga Ahmadi dari berbagai cabang, meski tidak aktif, misalnya dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Lenteng Agung, Depok, Peninggilan, Perigi-Pondok Aren, Tangerang, dan Serua. PB Alhidayah bahkan terbuka dan disupport oleh kawan-kawan dari Non Ahmadi.

Para insan bulutangkis di PB Alhidayah meyakini bahwa melalui sport dan olahraga, segala sesuatu bisa dicairkan dan dipertemukan. Sport bikin orang jadi sportif, lurus, jujur, dan berintegritas. Aamiin. 

Reporter: Sutrisno Abdul Malik
Editor: Rahmat Ali