Nonbar khotbah jumat Khalifah

image
image

KHUSYUK dan khidmat, ada lima orang, yang mendengar khotbah jumat Yang Mulia (Hadhrat) Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba..

Bertempat di MiniLibrary Masjid Al-Hidayah Kebayoran Lama Selatan, Muballigh Maulana Islandar Ahmad Gumay menerjemahkan khotbah jumat tersebut ke dalam Bahasa Indonesia. Termasuk Maulana Gumay, ada tujuh orang yang hadir di perpustakaan tersebut. Sebelum nonton dan nyimak bareng khotbah jumat, mereka semua sempat melaksanakan taklim Al-Qur’an.

“Jangan pada lupa,” kata Maulana Gumay, “pesan Mia Abdush-shamad dan Mia Talhah, (para utusan Khalifah V atba. ke Indonesia baru-baru ini), agar kita selalu menyaksikan khotbah Hudhur meski tidak mengerti bahasanya. Karena, ada keberkatan dlm mendengarkan khotbah Hudhur.”

Khotbah yang disampaikan adalah mengenai kesan-kesan Hudhur atba. dan para tamu selama menghadiri Jalsah Salanah di Jerman.

Di samping itu, dalam khotbahnya, Hudhur atba. juga bersabda bahwa “Seseorg harus memohon karunia dan berkah dari Allah untuk meningkatkan cinta kepada Allah dan untuk meningkatkan ketaatan.

“Seorang harus selalu tetap berdoa. Memang, kita tidak bisa bergerak satu langkahpun tanpa doa.

“Kita harus rendah hati saat berdoa. Semoga Allah memungkinkan kita untuk berdoa dengan cara ini.

“Ketika Allah menunjukan nikmat pada kapasitas yang lebih besar maka kita wajib mensyukurinya lebih dari sebelumnya.”

Arsip khotbah bisa diakses melalui situs Alislam.org atau link di http://khut.ba/12jun2015.

Rahmat Ali Daeng Mattiro | IslamKu.net

Baksos bazaar murah di lingkungan Masjid Nuruddin Kebon Bawang

image

BEBERAPA pengurus badan-badan JAI Kebayoran hadir sebagai sukarelawan dalam pelaksanaan bakti sosial bazaar murah di depan Masjid Nuruddin RT 009, RW 01, Kelurahan Kebon Bawang, Kodya Jakarta Utara, pada sekitar pukul 9, hari Ahad, 7 Juni 2015.

Penyelenggaraan baksos adalah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Acara baksos diprakarsai oleh tiga organisasi badan-badan JAI

Wilayah DKI Jakarta, yaitu: Lajnah Imailah, Majelis Ansharullah, dan Majelis Khuddamul Ahmadiyah Indonesia.

Baksos melibatkan empat RT, dari RT 6 hingga RT 9. Acara baksos adalah acara tahunan yang ketiga kalinya.

Ada 250 kupon yang berhasil disebar kepada warga. Sekitar 400 orang memadati baksos yang ditukangi 40 personil ini.

Muballigh setempat Muhammad Ali dalam sambutannya mengatakan, merasa bersyukur sekali bisa membantu warga. Setiap tahunnya, mendekati bulan suci Ramadhan, harga sembako kerap mengalami kenaikan.

Dengan adanya baksos ini, Ketua PKK Nyonya Sukarni mengatakan, adalah sarana menjalin silaturahmi untuk lebih mendekatkansesama warga.

“Sangat senang. Sangat membantu. Khususnya, bagi saya yang kurang mampu. Pengennya tiap hari sih. He he. Tapi, mudah-mudahan, tiap tahun ada acara ini. Sangat positif sekali,” ucap warga yang sedang berbelanja pakaian.

Baksos selesai sekitar pukul 12. Baksos ini dihadiri oleh Muballigh Wilayah DKI Jakarta Maulana Islandar Ahmad Gumay.*

ARH Library | DMXIslamKu.net

Beberapa catatan dari hasil mulaqat Mia Talhah di Banten dan Yogyakarta

image

SENIN malam, 4 Mei 2015, usai dari Klinik Asih Sasama Gunung Kidul dan mampir mengunjungi kompleks Candi Prambanan, Sahibzada Mirza Talhah Ahmad Bashir menuju Masjid JAI Yogyakarta.

Mia Talhah menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia adalah diutus oleh YM (Hadhrat) Khalifatul Masih V (Hudhur) atba. guna mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Tugas Mia Talhah adalah mengunjungi Jemaat-jemaat di Jawa Barat dan Klinik Asih Sasama GunungKidul. Kegiatan mulaqat dengan Yogyakarta adalah spesial atas permintaan pribadi Ketua JAI Yogyakarta.

Mia Talhah membawa salam dari Hudhur atba. untuk kita semua dengan “Assalaamu’alaikum wa rahmatul-Laahi wa barakaatuh!”.

Sholat lima waktu dengan berjamaah hendaknya menjadi perhatian penting para Ahmadi terutama shalat berjamaah di masjid.

Para Ahmadi harus mementingkan dan menyimak khotbah jumat YM Hudhur atba. yang ditayangkan langsung lewat MTA. Sekalipun tidak dimengerti bahasanya, tetapi dengan menyaksikan tayangan tersebut, kita sudah menjalin ikatan dengan Khilafah. Itulah yang membedakan antara muslim umum dengan muslim Ahmadi.

Mia Talhah mohon doa untuk kesuksesan turnya di Indonesia. Mia Talhah akan kembali ke Pakistan pada hari Senin, tanggal 11 Mei 2015.

Maulana Iskandar Ahmad Gumay, sebagai pendamping Mia Talhah ke Yogyakarta, mengatakan bahwa program-program kunjungan-kunjungan para Utusan Hudhur atba. ke Indonesia adalah untuk tiga bulan dengan orang-orang yang silih berganti. Dengan ini, Mia Talhah adalah orang yang ketiga.

Dengan demikian, akan datang lagi utusan-utusan berikutnya. Giliran berikutnya yang akan dikunjungi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera.

Total utusan Hudhur selama tiga bulan ada 3nam orang yang silih berganti.

Mia Talhah adalah cucu dari cucu Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Kakek beliau adalah Hadhrat Mirza Muzaffar Ahmad r.h., putera dari Hadhrat Khalifatul Masih II r.a..

Kunjungan dan pesan-pesan Mia Talhah adalah perwujudan dari sabda YM Nabi saw. bahwa manakala iman sudah terbang ke bintang tsurayya maka satu atau beberapa orang dari bangsa Hadhrat Salman Al-Farisi r.a. (Persia) akan mengembalikannya lagi.

Alhamdulil-Laah, kita menjadi obyek penggenapan sabda Nabi saw. tersebut.

image

SEBELUMNYA, Sabtu, 2 Mei 2015, Mia Talhah mengunjungi Jemaat Wilayah Banten di samping bertamasya ke Gunung Krakatau pada keesokan harinya sebelum bertolak ke Jemaat Kebayoran.

Kepada para Anggota dan Pengurus MKAI Wilayah Banten 01, Mia Talhah menyampaikan agar kita secara rutin mendirikan shalat berjamaah, mengadakan bakti sosial di sekitar lingkungan masyarakat.

Khusus kepada pengurus Khuddam, Mia Talhah menekankan agar Pengurus menjadikan buku pedoman atau Rules And Regulations Khuddam di dalam melaksanakan semua kegiatan MKAI.

Mia Talhah mengatakan, agar kita selalu menggunakan target-target di setiap pencapaian segala kegiatan, kemudian dievaluasikan segala kegiatan tersebut, dan laksanakan selalu rapat pengurus agar ada evaluasi dari para pengurus yang lain.

Para anggota khuddam harus mengutamakan kegiatan tarbiyat Khuddam serta mengevaluasinya, dan khuddam harus selalu melaksanakan kegiatan olahraga.

_
Reporter: Ahmad Hardiono &

Rakhmat Fithri.
Editor: Rahmat Ali

Kilasan Khoṭbah Jumat YM Khalīfatu’l-Masīḥ Masih V Mirzā Masroor Ahmad atba. tanggal 24 April 2015 di Masjid Baitul Futuh Morden, London, UK

BILA persahabatan
dengan sumber kekuasaan duniawi yang terbatas kekuatannya dapat
memberikan begitu banyak keuntungan kepada
seseorang maka bagaimana
persahabatan dengan Allāh? Bagaimana dunia
tidak akan takluk pada manusia yang demikian bersahabatnya dengan Allāh. Dengan
mengikuti agama yang hakiki secara benar, ia memungkinkan seseorang untuk
menang atas dunia seluruhnya.

Para sahabat Nabi saw. memperoleh karunia keduniawian
melalui Nabi saw. adalah bukan dengan cara mengikuti sarana-sarana materi,
melainkan dengan mengikuti agama. Keimanan yang sempurna
diperlukan untuk hal tersebut
yaitu keimanan yang menarik riḍa Allāh. Jika
seseorang telah mempunyai keyakinan sempurna, ia tidak akan pernah bisa
meninggalkan moral yang tinggi atau moral yang menyebabkan Allāh riḍa atau akhlak
faḍi’l-Lāh.

Jika
seseorang menerapkan semua aspek
moral dan mempraktekkan semuanya maka
dia akan meraih kejujuran, kebenaran,
kepercayaan, kesalehan, serta
kesucian. Ini tentu akan membuat dirinya memperoleh pengetahuan, keterampilan, kesadaran, kemampuan, dan ketekunan. Dia akan
mencapai kesuksesan duniawi juga.

Seorang
mukmin sejati harus lebih fokus pada hubungan spiritual. Manusia tidak akan
mendapat anugerah hingga dia mencapai puncak keunggulan dan kesempurnaan pada
sesuatu hal yang dikerjakan. Kesempurnaan dan keunggulan juga bermanfaat dalam hal agama. Seseorang harus berusaha
untuk itu.

Ḥaḍrat
Masīḥ Mau‘ūd a.s. biasa bersabda bahwa orang-orang yang mendapatkan keuntungan
dari beliau hanyalah mereka yang memiliki ikatan suci yang kuat dan erat dengan
beliau a.s.. Hubungan yang lemah dengan beliau a.s. tidak menguntungkan sama sekali. Jika ada seseorang yang berpaling kepada Allāh maka dia akan
diperlakukan sebagaimana
orang lain diperlakukan pada
masa lampau.

Bila seseorang
benar-benar mencoba untuk ikatan suci ini, dia akan
mencapainya. Apa yang dibutuhkan adalah bersujud kepada Allāh dengan ketulusan yang sempurna dan
ini membawa kesuksesan.

Kita
harus melakukan upaya untuk mencapai Tuhan, berusaha dan memahami
agama yang dikirim oleh Tuhan dan membuat karunia-Nya menjadi bagian terdalam dari diri kita. Hal ini
akan menyebabkan moral yang tinggi dan kita juga akan menerima kesuksesan
materi. Jika kita mencoba dan mengambil bagian dari cahaya Ilahi, kita akan
benar-benar menerima kebaikan Tuhan. Jika kita mencoba dan mengambil bagian
dari cahaya Ilahi dengan kesungguhan maka moral yang tinggi akan ditanamkan
dalam diri kita; dan, itu akan menghilangkan kegelapan, kepalsuan, kemalasan, manipulasi,
serta penyakit hati lainnya.

Jika
kita ingin menyelamatkan generasi keturunan berikutnya dari efek buruk materialisme di zaman sekarang, kita harus
menjelaskan kepada mereka korelasi antara agama dan moralitas. Jika kita ingin
membuat kesuksesan materi, itu adalah tergantung pada bagaimana spiritualitas atau agama kita serta menghubungkan kesuksesan materi tersebut ke dalam agama. Kita
juga harus berusaha dan
menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan untuk diri kita sendiri.

Selengkapnya di: alislam.org.

_
Penerjemah:
Dildaar Ahmad; editor: Rahmat Ali.

mutiara-mutiara hikmah YM Khalifatul Masih II r.a. #FridaySermon 2015Mei01

VIDEO terjemahan bahasa Indonesia dari khotbah jumat YM Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. tanggal 1 Mei 2015 oleh Maulana Qamaruddin-Shaheed sudah bisa disaksikan di website alislam.org http://www.alislam.org/friday-sermon/2015-05-01.html atau langsung ke Youtube di https://youtu.be/PX1TpKsWYM0. Summary bahasa Inggrisnya bisa dilihat di http://www.alislam.org/friday-sermon/printer-friendly-summary-2015-05-01.html. Unduh video 3GP bahasa Indonesia-nya di http://bit.ly/FSV20150501-ID-3GP. Unduh audio MP3-nya (256 kbps) di http://bit.ly/FSA20150501-ID-MP3.

diskusi bulanan JAI Kebayoran untuk Mei 2015

ADA kabar dari Sekretaris Ummur Kharijiah JAI Kebayoran Darisman Broto bahwa diksusi bulanan JAI Kebayoran pada Mei ini akan menghadirkan narasumber dari Maarif Institute, namanya Fajar Reza-ul-Haq.

Acara diskusi akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei, hari Sabtu mendatang.

Kesedian Fajar Reza-ul-Haq menjadi narasumber sudah didapat saat Darisman dan Sektab Fazl-e-Mujeeb menjumpainya di Jakarta Selatan, Rabu (29/5) lalu.

Tema diskusi adalah “Politik Kebhinekaan di Indonesia: Tantangan dan Harapan.” Tema diambil dari salah satu terbitan jurnal milik Maarif Institute.

_
Keterangan gambar: Darisman (kiri) dan Mujeeb (kanan) mengapir Fajar Reza-ul-Haq di Maarif Institute Jakarta Selatan.

Mia Talhah datang

image

Selasa (28/4), Muballigh Iskandar Ahmad Gumay sudah mengabarkan tentang perintah Amir Nasional Jamaah Ahmadiyyah Indonesia Maulana Haji Abdul Basit-Shaheed agar JAI Kebayoran bebersih dan menyiapkan kamar untuk seorang tamu spesial.

Ya, spesial. Tamu itu bernama Mia Talhah atau Hadhrat Sahibzada Mirza Talhah Ahmad, seorang khandaan–keturunan dari Hadhrat Masih Mau’ud, sang pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyyah. Kedatangan Mia Talhah adalah sebagai utusan dari Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba..

Selama tiga hari, Mia Talhah menjadikan Masjid Al-Hidayah Kebayoran Lama Selatan sebagai “tempat tinggal”-nya di Indonesia, mulai tadi malam, Ahad, 3 Mei 2015.

image
image

Kedatangan Mia Talhah disambut hangat oleh para Ahmadi yang tinggal di sekitar masjid Al-Hidayah. Sekitar jam tujuh-an Mia Talhah tiba.

Gambar di atas, tampak aktivis Humanity First Indonesia Syarif Hidayat Al-Haqqi, Nazim Tajnid MKAI Kebayoran Sopwatur Rohman, dan lain-lainnya menyambut di anak tangga menunju masjid. Mia Talhah menyalami satu per satu.

Tak ketinggalan para Ahmadi yang perempuannya, ada Sekretaris Tabligh Imas Kartini, Sekretaris Ta’lim Rahmatunnisa, Sekretaris San’at-Wa-Datskari Maryam Maharani, dan Ibu Qamariah–isteri dari Bapa Muhammad Idrus, imam masjid Al-Hidayah.

Di lain gambar, Mia Talhah tampak beramah tamah dengan Sekretaris Tabligh JAI Kebayoran Fazl-e-Mujeeb dan Wakil Ketua JAI Kebayoran Pupu Abdul Gofur.

image

Mia Talhah sempat makan malam. Mia Talhah ditemani Maulana Mirajuddin Sahib-Shaheed, Sekretaris Alwashiyyat Mahmud Ahmad Sumapraja, dan Sektab Fazl-e-Mujeeb.

Selamat datang, Mia Talhah! Ahlan wa sahlan!

Dari Admin: 22 takfiri

FirdausMubarik.com

DI satu sore saya ujug-ujug menerima pesan WhatsApp, Kominfo mengeluarkan edaran pada ISP untuk melakukan sensor terhadap 19 (kemudian menjadi 22) situs berhaluan Islam. Islam macam apa? Dua puluh dua situs ini bisa kita katakan tafsir Islam yang mengajarkan kekerasan atau setidaknya memaklumi kekerasan pada mereka yang berbeda pandangan. Yang berbeda ya sesat dan kafir, itu adalah platform bersama mereka.

Sudah lama saya gerah dengan situs-situs takfiri ini. La piye, mereka ini ada isu Ahmadiyah  bilang “aliran sesat menyesatkan”, gereja dituduh kristenisasi (sejarah Indonesia modern adalah Islamisasi), dan Syiah yang sudah ribuan tahun mereka bilang bukan Islam. Tiap hari komporin isu timur tengah. Beberapa situs bahkan khusus membahas sepak terjang perjuangan ISIS merebut wilayah Irak dan Suriah. Public Relation!

Menarik melihat pemberitaan serangan koalisi Arab terhadap pemberontak di Yaman. Mereka dengan jelas menggunakan kata Syiah Houtsi sebagai penyebutan kelompok pemberontak. Bisa disimpulkan situs-situs ini punya afiliasi ideologi yang kuat dengan ISIS, Arab Saudi dan Anti Syiah. Nah yang malu-malu mereka sebut adalah dukungan Amerika Serikat plus Israel dalam serangan koalisi Arab. Hanya kiblat.net yang memberitakan koalisi Arab Saudi – Israel – Amerika Serikat.

Saya pingin pites satu-satu situs ini. Bukan mencerahkan, malah bikin pembaca meluap-luap api kebencian. Tidak serta merta membaca akan menyebabkan tindakan kekerasan. Tapi jelas ada relasi mesra antara pelaku kekerasan dengan situs takfiri.

Tentu saya senang kalau situs ini lenyap. Jadi saya dukung edaran Kominfo tadi.

Tunggu dulu.

Masalahnya  Kominfo melakukan sensor sepihak, tanpa prosedur hukum jelas dan transparan. Hanya berbekal permintaan BNPT. Buat saya situs website layaknya buku dan koran adalah medium informasi warga. Disana ada hak-hak warga untuk memperoleh informasi yang benar dan berguna. Secara umum saya tidak setuju negara turut campur terlalu dalam atas apa yang – bisa dan tidak bisa –  dibaca, ditonton dan dinikmati oleh warga.

Mahkamah Konstitusi sudah mencabut kewenangan Kejaksaan Agung melakukan bredel atau penarikan buku. Kini mekanisme bredel masih bisa dilakukan, hanya saja harus melalui proses pengadilan.

Kasus-kasus sengketa media (TV, radio dan cetak) harus melalui mediasi atau uji etik Dewan Pers sebelum polisi menerapkan pasal pidana. Media online punya tabiat khusus, dengan adanya UU ITE sengketa media online bisa dipidanakan lewat pasal-pasal karet. Dan kekaretan UU ITE ini punya korban yang menumpuk.

Kembali lagi, saya tidak suka dengan dua puluh dua situs takfiri dan corong ISIS, dan saya percaya hidup lebih tenang tanpa mereka. Tetap, penutupan situs-situs harus memakai prosedur hukum yang jelas. Macam apa?

Pertama, situs-situs yang mengajarkan kekerasan secara langsung bisa dijerat dengan mekanisme “hate speech“, preseden ini pernah terjadi pada siaran radio yang menggerakkan konflik Rwanda. Dalam kasus terorisme ada banyak pasal bisa dimainkan oleh negara, dus bukan berarti mekanisme sidang bisa dilewati.

Kedua, situs yang memberikan fakta palsu bisa disentil lewat Dewan Pers, jika terbukti bersalah Dewan Pers bisa menjatuhkan peringatan hingga sangsi. Ini macam kasus siaran “Empat Mata” si Tukul Arwana. Situs kategori ini umumnya adalah metamorfosa tabloid-tabloid Islam era 2000’an.

Dua hal diatas harus melalui uji hukum yang jelas dan transparant. Pihak yang terancam sangsi harus memiliki kesempatan untuk membela diri dengan pantas.

Sementara situs-situs yang jualan ideologi harus dipandang sebagai musuh ideologis. Cara menghadapi ya dengan tulisan lagi. Biarkan masyarakat yang memilih ide-ide mana yang layak tumbuh berkembang di Indonesia.

Dan mengapa situs berbahaya diatas tidak bisa disensor begitu saja? Begini, manusia menurut ajaran Islam punya derajat lebih tinggi dari Malaikat. Bukan karena manusia lebih “baik” dari malaikat, tetapi karena manusia punya akal. Kemerdekaan manusia untuk memilik “baik” dan “buruk” inilah yang menjadikan ia istimewa. Memaksa manusia menjadi malaikat dengan serta-merta sejatinya merendahkan martabat manusia.

Selain itu sensor itu enggak efektif bung, ada banyak cara media ini akan kembali dengan cepat. Alih-alih membasmi peradaran mediatakfiri, negara bisa jadi malah memberi promosi gratis buat mereka.

Kronologi penutupan paksa Masjid Al-Furqon Kampung Gadel, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya

image

MASJID Al-Furqon dibangun oleh anggota Jemaat Ahmadiyah yang berada di lingkungan RT 03, RW 04, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Di desa tersebut terdapat sebanyak 141 anggota Jemaat Ahmadiyah. Pada awal pembangunan tahun 1998, bangunan hanya berupa panggung yang terbuat dari kayu. Masjid pernah mengalami perusakan oleh massa yang tak dikenal oleh warga setempat pada tahun 2000.

Pada bulan Okotober 2014, anggota Jemaat Ahmadiyah berinisiatif merenovasi Masjid dengan bangunan permanen, proses renovasi telah diketahui oleh aparat desa dan tidak ada masalah meski kemudian saat berjalannya renovasi pihak pemerintah desa dan unsur Muspika tidak menyenangi pembangunan ini dan meminta agar pembangunan dihentikan. Renovasi terus dilanjutkan mengingat kebutuhan anggota Jemaat Ahmadiyah untuk menjalankan ibadah di Masjid sangat mendesak karena bangunan sebelumnya tidak memadai untuk kegiatan ibadah sebagai kewajiban seorang yang beriman.

Proses renovasi masjid yang semula berukuran 4 kali 8 meter diperluas menjadi 5 kali 10 meter karena untuk menampung lebih banyak jamaah. Hari Rabu, 11 Maret 2015, semua unsur Muspika datang ke Desa Kersamaju supaya menghentikan pembangunan selain diminta agar dihentikan pembangunannya. Amil Desa dan ketua Karang Taruna meminta agar masjid dikembalikan pada ukuran semula. Mubaligh Jemaat Ahmadiyah Jafar Ahmad yang membina jemaat Kersamaju disuruh keluar dari ruangan, tidak boleh menghadiri pertemuan dengan alasan Jafar Ahmad bukan warga Dusun Gadel Desa Kersamaju.

<strong>Kronologi Penyegelan Masjid Al Furqon tanggal 31 Maret 2015</strong>

Senin, 30 Maret 2015, pukul 11.00 WIB, datang anggota Satpol PP sebanyak 2 mobil kijang dengan menyatakan alasan pada pihak Jemaat Ahmadiyah bahwa mereka mendapat tugas untuk menghentikan pembangunan masjid.

Satpol PP tidak memperlihatkan surat tugas saat kedatangan tersebut. Satpol PP tidak memberikan kesempatan bertanya pada anggota ataupun pengurus Jemaat Ahmadiyah Kersamaju dan memyatakan bahwa penghentian pembangunan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Saat pengurus Jemaat Ahmadiyah mendatangi Kepala Desa dan meminta agar masalah Ahmadiyah dimusyawarahkan, kepala desa menyatakan bahwa sore hari akan diadakan pertemuan di Kejaksaan dan ia menegaskan bahwa seluruh pihak terkait akan dilibatkan. Namun dalam kenyataannya, pertemuan di Kejaksaan pada tanggal 30 Maret 2015, Jemaat Ahmadiyah tidak menerima undangan. Saat hal ini kembali dikonfirmasi, Kepala Desa Kersamaju menyatakan bahwa mungkin pihak Jemaat Ahmadiyah akan diundang seminggu kemudian.

Pada sore hari, 2 Intel dari polres, sekitar pukul 15.00 WIB, datang ke lokasi. Hingga malam hari suasana kondusif.

Selasa, 31 Maret 2015, salah seorang anggota Jemaat Ahmadiyah mendapat informasi bahwa kepala dusun mendapat perintah dari kepala desa agar datang ke Kampung Gadel tempat di mana Masjid Al-Furqon berada dengan memakai seragam.

Salah seorang anggota Jemaat Ahmadiyah lainnya menyatakan bahwa ia menerima informasi dari Satpol PP bahwa akan ada ‘pihak ketiga’ yang datang menyegel Masjid, namun tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan pihak ketiga tersebut.

Aparat kepolisian telah berada di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan pengurus maupun anggota Jemaat Ahmadiyah tidak mengetahui bahwa akan ada penyegelan Masjid.

Pukul 08.30 WIB, Satpol PP datang langsung menyegel Masjid dan pihak aparat kepolisian yang berjaga dengan senjata lengkap anti huru-hara memberi jalan bagi Satpol PP untuk melaksanakan tugas. Pihak Jemaat Ahmadiyah tidak sedikitpun diberi kesempatan untuk bertanya dan mengajukan keberatan.

Dalam segel yang dilakukan oleh Satpol PP, tertulis penyegelan dilakukan karena pembangunan tidak memiliki IMB, Satpol PP datang tanpa memperlihatkan surat tugas. Pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Kabupaten Tasikmalaya bahkan mengusir setiap orang yang datang dari luar Kersamaju, mubaligh yang membina anggota Jemaat Ahmadiyah Kersamaju diusir oleh kapolres dengan alasan untuk menjaga stabilitas dan ia tidak sedikitpun memberi kesempatan untuk berbicara atau sekedar mengajukan pertanyaan.

Ketua Satpol PP Imam Ghozali memperingatkan bagi siapapun yang coba-coba membuka segel ia mengancam akan mempidanakan.

Satpol PP memaksa pengurus Jemaat Ahmadiyah untuk menandatangani berita acara penyegalan, pengurus yang menandatangi berita acara tidak mengetahui lengkap isi berita acara dan salinan berita acara tersebut tidak diberikan kepada pihak Jemaat Ahmadiyah Kersamaju.

Pihak FKUB yang menemui anggota Jemaat Ahmadiyah Kersamaju merasa heran dengan adanya penyegelan Masjid karena selama ini Jemaat Ahmadiyah hidup rukun dengan warga sekitar dan masjid yang kini dibangunpun bertujuan untuk digunakan bersama sebagai tempat ibadah karena di lingkungan sekitar belum ada masjid sebagai sarana ibadah dan pedidikan agama bagi warga baik warga anggota Jemaat Ahmadiyah maupun Non Ahmadi.

Apakah semua bangunan di Dusun Gadel—khususnya—dan Kersamaju
umumnya milik masyarakat, rumah ataupun masjid ber-IMB?  Jika tidak ber-IMB, untuk Ahmadiyah-pun
aturannya yang umum saja. Tetapi jika Jemaat Ahmadiyah harus mengurus IMB maka
Jemaat Ahmadiyah akan mengurus IMB namun jangan dipersulit. Jemaat Ahmadiyah di
Kampung Gadel Desa Kersamaju, 3 bulan yang lalu, sudah mengurus IMB, sudah
mengambil formulir dari Dinas Tata Kota sudah diisi namun ketika mau diminta
tandatangan, kepala desa tidak bersedia menandatangani. Padahal, syarat untuk
mendapatkan IMB harus ada tanda-tangan kepada desa, tanda-tanda kepala
kecamatan, baru mendapat izin dari Dinas Tata Kota.

Sumber: JAI Priatim

Press Release Tanggapan Ahmadiyah Priangan Timur Atas Pernyataan Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar

[email protected]

Subject: Press Release Ahmadiyah Priangan Timur

Press Release Tanggapan Ahmadiyah Priangan Timur Atas Pernyataan Ketua Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar

Kabar Priangan edisi Jumat (20/3), hal. 5, menurunkan berita berjudul: Tim Penanganan JAI Banjar Gelar Pertemuan.

Berikut tanggapan kami:

1. Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar seharusnya mencari solusi untuk memenuhi hak-hak beragama warga Ahmadiyah di Kota Banjar. Sekecil apa pun warga Ahmadiyah di Kota Banjar, mereka adalah warga masyarakat Kota Banjar dan warga Bangsa Indonesia. Mereka berhak mendapatkan hak beragama mereka sebagaimana dijamin oleh negara dan konstitusi UUD 1995.

2. Pertemuan Tim Penanganan Jemaat Ahmadiyah Kota Banjar, Kamis (19/3), bukan/tidak mencari solusi  untuk memenuhi hak  warga Ahmadiyah mendapatkan hak-hak beragamanya. Pertemuan itu hanya mengintimidasi warga Ahmadiyah agar tunduk pada Keputusan Walikota Banjar yg membekukakn Jemaat Ahmadiyah di Kota Banjar. Masa, Pertemuan antara Tim Penangangan JAI Kota Banjar dengan JAI Kota Banjar menghadirkan massa FPI. Masa, yang ditanya setuju Ahmadiyah tunduk pada keputusan Walikoa, massa FPI. Seharusnya yg ditanya Ahmadiyah. Dan seharusnya pertemuan itu berlangsung tertutup, menampung sebanyak-banyaknya aspirasi dari Ahmadiyah kemudian dicarikan jalan keluarnya yg seadil-adilnya. Sudah 3 tahun hak beragama warga Ahmadiyah di Kota Banjar di pasung Pemerintah Kota Banjar.

3. Ahmadiyah Kota Banjar jelas menolak Keputusan Walikota Banjar tahun 2011 yg membekukakan Jemaat Ahmadiyah di Kota Banjar. Keputusan itu bertentangan dengan SKB dan UUD 1945.

4. Yang mengatur relasi Ahmadiyah dan masyarakat sudah ada SKB Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung RI tahun 2008. SKB adalah keputusan tertinggi Pemerintah RI. Pemerintah Daerah – dalam hal ini Walikota Banjar, tidak perlu membuat peraturan baru, tinggal berpedoman dan melaksanakan SKB.

5. Jika Ahmadiyah shalat berjamaah dibekuka, dianggap meresahkan msayarakat, kelompok intoleran radikal anarkis yg selama ini menentang Ahmadiyah dan merusak masjid Ahmadiyah juga harus dibekukan, karena SKB bukan hanya untuk Ahmadiyah tapi juga untuk masyarakat khususnya masyarakat intoleran radikal anarkis. Kalau Ahmadiyah shalat dilarang, yang intoleran radikal anarkis merusak masjid dibiarkan, itu sama saja dengan membiarkan inteloransi dan radikalisme tumbuh berkembang. Dan aneh juga, masa orang shalat dilarang, sementara intoleransi, radkalisme dan anarkisme dibiarkan.

6. Ahmadiyah adalah organisasi legal formal berbadan hukum dgn SK Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, Tambahan berita negara RI, tanggal 31 Maret 1953, nomor 26. Selama badan hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia belum dicabut, Jemaat Ahmadiyah Indonesia akan tetap eksis termasuk di Kota Banjar, karena Banjar bagian integral dari NKRI.

Terimakasih.

Salam dan hormat:
H. Muhammad Syaeful Uyun
(Mubaligh Ahmadiyah Priangan Timur