TULISAN “galau” yang tertera setelah nama Sopwatul Bahri, itu tidaklah serius. Yang demikian adalah candaan dari sang notulis Bilal Ahmad Kamar Purnama ketika rapat koordinasi bidang tajnid pada Ahad (6/11) sore.

Rapat berhasil membentuk tim tajnid untuk JAI Kebayoran. Tim bentukan ini ada delapan personil. Mereka adalah Rita Farida, Rita Soraya, dan Soraya Maria dari Lajnah Imaillah, dari Ansharullah ada Faqih Ahmad dan Bilal Ahmad Kamar Purnama, dari Khuddam ada Sopwatul Bahri dan Sopwatur Rohman, serta didukung oleh Muballigh Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Tim tajnid adalah komite kerja di bidang sensus data Anggota Jemaat. Tiga bulan yang lalu, dari Pusat sudah ada instruksi guna pemutakhirannya terutama untuk golongan darah, nomor telepon, dan seterusnya.

Rapat koordinasi bidang tajnid dipimpin oleh Sekretaris Umum JAI Kebayoran Bilal Ahmad Kamar Purnama.


Hadhrat Masīh Mau‘ūd a.s.:

“SEBELUM dada menjadi suci murni, doa-doa pun tidak maqbul. Bahkan, meskipun dalam urusan duniawi tertentu, Anda memiliki rasa benci kepada seseorang, doa Anda tetap tidak diterima.”«»

—Malfūzhāt IX:217, London 1984





OUTING madrasah minggu atau pramadrasah Alhidayah pada Ahad, 16 November 2014, lalu, mengunjungi tempat bimbel yang diselenggarakan oleh Alhidayah School di Depok.

Outing diikuti belasan murid-murid madrasah yang terdiri dari athfal serta nasirat JAI Kebayoran.

Outing atau kegiatan belajar mengajar di luar merupakan salah satu variasi agar anak-anak bisa lebih peka dan terlatih di dalam meneropong kehidupan sosial kemasyarakatan.«» DMX


TAMPAK hadir dalam rapat Majelis Amilah JAI Kebayoran pada Ahad siang (30/11) lalu di Masjid Alhidayah Kebayoran Lama Selatan yaitu Sekretaris Ummur Ammah Handy Pranowo, Sekretaris Waqf-i-Nau Andhika, Sekretaris Ziroat Sutrisno Abdul Malik, Sekretaris Ummur Kharijiah Darisman Broto, dan Sekretaris Audio Visual Emir Mirza Parlindungan.


NIZAM Pasha Lolowang menjadi MC saat pelaksanaan Ijtima Waqf-i-Nau Wilayah DKI Jakarta-dan-Depok di Masjid Alhidayah Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, yang diselenggarakan pada hari Sabtu hingga Ahad, 29-30 November 2014 lalu.

Ijtima dihadiri 118 peserta. JAI Kebayoran menjadi cabang yang mengirimkan peserta terbanyak.

Peserta terdiri dari lintas badan dan cabang. Acara berisi silaturahmi, game, konseling, tausyiah, olahraga, sampai shalat berjamaah.«»




KEGIATAN belajar mengajar (KBM) Al-Hidayah School awal pekan lalu, Ahad (19/10), di kawasan hunian para pemulung, bilangan Depok.

Al-Hidayah School adalah lembaga nirlaba untuk mengadakan bimbingan belajar.

Bimbel diperuntukkan bagi pemberdayaan anak-anak di kawasan hunian para pemulung.

Alhamdulil-Laah, pekan ini, ada 10 (sepuluh) voluntir tenaga pengajar yang datang dari Jakarta Barat, Kebayoran, Lenteng Agung, dan Depok.

Muballigh wilayah DKI Jakarta-dan-Depok Maulana Iskandar Ahmad Gumay berkesempatan menyampaikan harapannya terkait KBM kemarin.

Maulana Gumay berharap, semoga Allah Taala curahkan rida-Nya yang khas bagi para pengkhidmat—aamiin; mubaarak.


BERTEPATAN 5 Oktober 2014, hari raya idul adha menjadi momentum yang penuh dengan nuansa kekeluargaan, solidaritas, dan rasa syukur.

Wakil Ketua JAI Kebayoran Pupu Abdul Gofur menyerahkan 1 ekor kambing kepada Kepolisian Sektor Kebayoran Lama yang diwakili oleh Pak Gita, Ahad pagi lalu.

1 ekor lagi secara terpisah diserahkan langsung ke kantor Koramil Kebayoran Lama.



TELAH lahir Aisya Ahmad, bayi perempuan, puteri dari Faqih Ahmad dan Ina, Sabtu (27/9) pagi sekitar pukul 10.

Semoga menjadi cahaya mata dan penyejuk bagi keluarga, Jemaat, agama, dan bangsa negara. Aamiin.




ADMIN IslamKu.net Firdaus Mubarik (Nazim Isyaat MKAI Kebayoran) pada Sabtu, 27 September 2014, berangkat ke Yangoon, Myanmar. Wiih, jalan-jalan, Man!

Tapi ternyata itu bukan jalan-jalan sembarangan.

Firdaus ada acara dan kerjaan serius bidang kemanusiaan yang notabene dia juga seorang jurnalis.

Firdaus berangkat dari bandara Soetta Sabtu pagi.

Tidak langsam di Yangoon, Firdaus malah “terdampar” di airport Bangkok lima jam.

Apa kagak lumutan tuh?

Ya iyalah. Firdaus tidak boleh keluar airport. Tepatnya, enggak boleh keluar dari ‘departure area’.

“Kalau boleh udah kelayakan, hi hi hi,” kata Firdaus via grup WhatsApp GS18.

Jalur jalanan maju di Yangoon berada di kanan. Tapi setir mobil ada pada kanan, kayak Indonesia. Agak bahaya sih, cerita Firdaus.

Abis dari Bangkok, lanjut ke Myanmar. Jauh banget.

Firdaus punya jadwal pas Sabtu malam. Dia ingin ketemu ex narapidana politik yang sekarang bikin koperasi taxi.

Jumlah ex tapol di Myanmar ada 2500 orang. Luar biasa loh junta militer ini, kata Firdaus.

Tapi, orang-orang pendukung politisi Aun San punya banyak cara kreatif, kata Firdaus. Dia ingin belajar dari mereka.

Selama di Yangoon, di sela-sela acara, Firdaus menyempatkan bersilaturahmi ke masjid Jemaat Ahmadiyah.

Masjid berada di pusat kota. Ia depan-depanan sama Pasar Scoot, pasar terbesar di downtown.

Di masjid itu ada satu muballigh, tiga muallim, dan beberapa murabi lokal. Muballigh dan muallimnya berasal dari luar Myanmar, alias impor.

Pada salah satu foto, Firdaus berpose bersama seorang muallim.

Rupanya muallim itu kenal dengan dan merupakan kawan dari seorang muballigh markazi Indonesia saat masih pendidikan di Qadian.

Muballigh Indonesia yang dimaksud adalah Maulana Mahmud Ahmad Wardi asal Garut.

Firdaus cuma sebentar di masjid jemaat Yangoon. Dia mesti buru-buru balik ke acara.

Kata Firdaus, mereka penasaran ‘ama Ahmadiyah di Indonesia.

(DMX)



JAI Kebayoran mendapat undangan seminar nasional dan kuliah publik dari Universitas Paramadina Jakarta, Sabtu (27/9).

Temanya adalah “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013.”

Dalam merchandise yang dibagikan kepada para peserta, tertera moto “Love for All, Hatred for None.”

Seminar adalah kerjasama lembaga Paramadina, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), The Asia Foundation, dan AGPAII.

Menurut Muballigh JAI Wilayah DKI Jakarta Maulana Iskandar Ahmad Gumay, diam-diam,
Paramadina, LSAF, dan lain-lain, kesemsem moto kita. Ia dipajang paling gede motonya.

Ketua JAI Kebayoran Haji Kandali Lubis menyatakan, itulah bukti bahwa pemahaman Ahmadiyah sudah mulai diterima publik.👍

Apalagi jika itu dikaitkan visi JAI menjelang 100 tahun dalam rangka mengikis stigma negatif mengenai paham Ahmadiyah di ruang publik.

Alhamdulil-Laah, sudah mulai membuahkan hasil, dengan izin Allāh Ta’aalaa, imbuh Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Aamiin.[] DMX