EMPATPULUH peserta hadir dalam kegiatan Pembinaan Mubayyi’īn Baru (PMB) di Masjid Al-Hidayah Jemaat Kebayoran, Ahad siang bada shalat Zuhur, 26 April 2015.

Para peserta adalah para mubayyi’īn atau Ahmadi baru dari jemaat-jemaat di DKI Jakarta-dan-Depok.

Hadir pula para pengurus PMB dari majelis amilah maupun badan-badan baik dari tingkat jemaat lokal dan wilayah.

Hadir sebagai narasumber adalah Bapak Muballigh JAI Wilayah DKI Jakarta-dan-Depok Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Acara dibuka dengan paparan “Apa Tujuan manusia beragama” oleh Bapak Gumay yang kemudian dilanjutkan dengan dua termin tanya jawab.

Acara PMB diakhiri dengan doa dan Shalat Ashar berjamaah.

Beberapa catatan dari hasil mulaqat Mia Talhah di Banten dan Yogyakarta

image

SENIN malam, 4 Mei 2015, usai dari Klinik Asih Sasama Gunung Kidul dan mampir mengunjungi kompleks Candi Prambanan, Sahibzada Mirza Talhah Ahmad Bashir menuju Masjid JAI Yogyakarta.

Mia Talhah menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia adalah diutus oleh YM (Hadhrat) Khalifatul Masih V (Hudhur) atba. guna mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Tugas Mia Talhah adalah mengunjungi Jemaat-jemaat di Jawa Barat dan Klinik Asih Sasama GunungKidul. Kegiatan mulaqat dengan Yogyakarta adalah spesial atas permintaan pribadi Ketua JAI Yogyakarta.

Mia Talhah membawa salam dari Hudhur atba. untuk kita semua dengan “Assalaamu’alaikum wa rahmatul-Laahi wa barakaatuh!”.

Sholat lima waktu dengan berjamaah hendaknya menjadi perhatian penting para Ahmadi terutama shalat berjamaah di masjid.

Para Ahmadi harus mementingkan dan menyimak khotbah jumat YM Hudhur atba. yang ditayangkan langsung lewat MTA. Sekalipun tidak dimengerti bahasanya, tetapi dengan menyaksikan tayangan tersebut, kita sudah menjalin ikatan dengan Khilafah. Itulah yang membedakan antara muslim umum dengan muslim Ahmadi.

Mia Talhah mohon doa untuk kesuksesan turnya di Indonesia. Mia Talhah akan kembali ke Pakistan pada hari Senin, tanggal 11 Mei 2015.

Maulana Iskandar Ahmad Gumay, sebagai pendamping Mia Talhah ke Yogyakarta, mengatakan bahwa program-program kunjungan-kunjungan para Utusan Hudhur atba. ke Indonesia adalah untuk tiga bulan dengan orang-orang yang silih berganti. Dengan ini, Mia Talhah adalah orang yang ketiga.

Dengan demikian, akan datang lagi utusan-utusan berikutnya. Giliran berikutnya yang akan dikunjungi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera.

Total utusan Hudhur selama tiga bulan ada 3nam orang yang silih berganti.

Mia Talhah adalah cucu dari cucu Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Kakek beliau adalah Hadhrat Mirza Muzaffar Ahmad r.h., putera dari Hadhrat Khalifatul Masih II r.a..

Kunjungan dan pesan-pesan Mia Talhah adalah perwujudan dari sabda YM Nabi saw. bahwa manakala iman sudah terbang ke bintang tsurayya maka satu atau beberapa orang dari bangsa Hadhrat Salman Al-Farisi r.a. (Persia) akan mengembalikannya lagi.

Alhamdulil-Laah, kita menjadi obyek penggenapan sabda Nabi saw. tersebut.

image

SEBELUMNYA, Sabtu, 2 Mei 2015, Mia Talhah mengunjungi Jemaat Wilayah Banten di samping bertamasya ke Gunung Krakatau pada keesokan harinya sebelum bertolak ke Jemaat Kebayoran.

Kepada para Anggota dan Pengurus MKAI Wilayah Banten 01, Mia Talhah menyampaikan agar kita secara rutin mendirikan shalat berjamaah, mengadakan bakti sosial di sekitar lingkungan masyarakat.

Khusus kepada pengurus Khuddam, Mia Talhah menekankan agar Pengurus menjadikan buku pedoman atau Rules And Regulations Khuddam di dalam melaksanakan semua kegiatan MKAI.

Mia Talhah mengatakan, agar kita selalu menggunakan target-target di setiap pencapaian segala kegiatan, kemudian dievaluasikan segala kegiatan tersebut, dan laksanakan selalu rapat pengurus agar ada evaluasi dari para pengurus yang lain.

Para anggota khuddam harus mengutamakan kegiatan tarbiyat Khuddam serta mengevaluasinya, dan khuddam harus selalu melaksanakan kegiatan olahraga.

_
Reporter: Ahmad Hardiono &

Rakhmat Fithri.
Editor: Rahmat Ali


EMPATPULUH peserta hadir dalam kegiatan Pembinaan Mubayyi’īn Baru (PMB) di Masjid Al-Hidayah Jemaat Kebayoran, Ahad siang bada shalat Zuhur, 26 April 2015.

Para peserta adalah para mubayyi’īn atau Ahmadi baru dari jemaat-jemaat di DKI Jakarta-dan-Depok.

Hadir pula para pengurus PMB dari majelis amilah maupun badan-badan baik dari tingkat jemaat lokal dan wilayah.

Hadir sebagai narasumber adalah Bapak Muballigh JAI Wilayah DKI Jakarta-dan-Depok Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Acara dibuka dengan paparan “Apa Tujuan manusia beragama” oleh Bapak Gumay yang kemudian dilanjutkan dengan dua termin tanya jawab.

Acara PMB diakhiri dengan doa dan Shalat Ashar berjamaah.

Beberapa catatan dari hasil mulaqat Mia Talhah di Banten dan Yogyakarta

image

SENIN malam, 4 Mei 2015, usai dari Klinik Asih Sasama Gunung Kidul dan mampir mengunjungi kompleks Candi Prambanan, Sahibzada Mirza Talhah Ahmad Bashir menuju Masjid JAI Yogyakarta.

Mia Talhah menyampaikan bahwa kunjungannya ke Indonesia adalah diutus oleh YM (Hadhrat) Khalifatul Masih V (Hudhur) atba. guna mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Tugas Mia Talhah adalah mengunjungi Jemaat-jemaat di Jawa Barat dan Klinik Asih Sasama GunungKidul. Kegiatan mulaqat dengan Yogyakarta adalah spesial atas permintaan pribadi Ketua JAI Yogyakarta.

Mia Talhah membawa salam dari Hudhur atba. untuk kita semua dengan “Assalaamu’alaikum wa rahmatul-Laahi wa barakaatuh!”.

Sholat lima waktu dengan berjamaah hendaknya menjadi perhatian penting para Ahmadi terutama shalat berjamaah di masjid.

Para Ahmadi harus mementingkan dan menyimak khotbah jumat YM Hudhur atba. yang ditayangkan langsung lewat MTA. Sekalipun tidak dimengerti bahasanya, tetapi dengan menyaksikan tayangan tersebut, kita sudah menjalin ikatan dengan Khilafah. Itulah yang membedakan antara muslim umum dengan muslim Ahmadi.

Mia Talhah mohon doa untuk kesuksesan turnya di Indonesia. Mia Talhah akan kembali ke Pakistan pada hari Senin, tanggal 11 Mei 2015.

Maulana Iskandar Ahmad Gumay, sebagai pendamping Mia Talhah ke Yogyakarta, mengatakan bahwa program-program kunjungan-kunjungan para Utusan Hudhur atba. ke Indonesia adalah untuk tiga bulan dengan orang-orang yang silih berganti. Dengan ini, Mia Talhah adalah orang yang ketiga.

Dengan demikian, akan datang lagi utusan-utusan berikutnya. Giliran berikutnya yang akan dikunjungi adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera.

Total utusan Hudhur selama tiga bulan ada 3nam orang yang silih berganti.

Mia Talhah adalah cucu dari cucu Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Kakek beliau adalah Hadhrat Mirza Muzaffar Ahmad r.h., putera dari Hadhrat Khalifatul Masih II r.a..

Kunjungan dan pesan-pesan Mia Talhah adalah perwujudan dari sabda YM Nabi saw. bahwa manakala iman sudah terbang ke bintang tsurayya maka satu atau beberapa orang dari bangsa Hadhrat Salman Al-Farisi r.a. (Persia) akan mengembalikannya lagi.

Alhamdulil-Laah, kita menjadi obyek penggenapan sabda Nabi saw. tersebut.

image

SEBELUMNYA, Sabtu, 2 Mei 2015, Mia Talhah mengunjungi Jemaat Wilayah Banten di samping bertamasya ke Gunung Krakatau pada keesokan harinya sebelum bertolak ke Jemaat Kebayoran.

Kepada para Anggota dan Pengurus MKAI Wilayah Banten 01, Mia Talhah menyampaikan agar kita secara rutin mendirikan shalat berjamaah, mengadakan bakti sosial di sekitar lingkungan masyarakat.

Khusus kepada pengurus Khuddam, Mia Talhah menekankan agar Pengurus menjadikan buku pedoman atau Rules And Regulations Khuddam di dalam melaksanakan semua kegiatan MKAI.

Mia Talhah mengatakan, agar kita selalu menggunakan target-target di setiap pencapaian segala kegiatan, kemudian dievaluasikan segala kegiatan tersebut, dan laksanakan selalu rapat pengurus agar ada evaluasi dari para pengurus yang lain.

Para anggota khuddam harus mengutamakan kegiatan tarbiyat Khuddam serta mengevaluasinya, dan khuddam harus selalu melaksanakan kegiatan olahraga.

_
Reporter: Ahmad Hardiono &

Rakhmat Fithri.
Editor: Rahmat Ali

Kilasan Khoṭbah Jumat YM Khalīfatu’l-Masīḥ Masih V Mirzā Masroor Ahmad atba. tanggal 24 April 2015 di Masjid Baitul Futuh Morden, London, UK

BILA persahabatan
dengan sumber kekuasaan duniawi yang terbatas kekuatannya dapat
memberikan begitu banyak keuntungan kepada
seseorang maka bagaimana
persahabatan dengan Allāh? Bagaimana dunia
tidak akan takluk pada manusia yang demikian bersahabatnya dengan Allāh. Dengan
mengikuti agama yang hakiki secara benar, ia memungkinkan seseorang untuk
menang atas dunia seluruhnya.

Para sahabat Nabi saw. memperoleh karunia keduniawian
melalui Nabi saw. adalah bukan dengan cara mengikuti sarana-sarana materi,
melainkan dengan mengikuti agama. Keimanan yang sempurna
diperlukan untuk hal tersebut
yaitu keimanan yang menarik riḍa Allāh. Jika
seseorang telah mempunyai keyakinan sempurna, ia tidak akan pernah bisa
meninggalkan moral yang tinggi atau moral yang menyebabkan Allāh riḍa atau akhlak
faḍi’l-Lāh.

Jika
seseorang menerapkan semua aspek
moral dan mempraktekkan semuanya maka
dia akan meraih kejujuran, kebenaran,
kepercayaan, kesalehan, serta
kesucian. Ini tentu akan membuat dirinya memperoleh pengetahuan, keterampilan, kesadaran, kemampuan, dan ketekunan. Dia akan
mencapai kesuksesan duniawi juga.

Seorang
mukmin sejati harus lebih fokus pada hubungan spiritual. Manusia tidak akan
mendapat anugerah hingga dia mencapai puncak keunggulan dan kesempurnaan pada
sesuatu hal yang dikerjakan. Kesempurnaan dan keunggulan juga bermanfaat dalam hal agama. Seseorang harus berusaha
untuk itu.

Ḥaḍrat
Masīḥ Mau‘ūd a.s. biasa bersabda bahwa orang-orang yang mendapatkan keuntungan
dari beliau hanyalah mereka yang memiliki ikatan suci yang kuat dan erat dengan
beliau a.s.. Hubungan yang lemah dengan beliau a.s. tidak menguntungkan sama sekali. Jika ada seseorang yang berpaling kepada Allāh maka dia akan
diperlakukan sebagaimana
orang lain diperlakukan pada
masa lampau.

Bila seseorang
benar-benar mencoba untuk ikatan suci ini, dia akan
mencapainya. Apa yang dibutuhkan adalah bersujud kepada Allāh dengan ketulusan yang sempurna dan
ini membawa kesuksesan.

Kita
harus melakukan upaya untuk mencapai Tuhan, berusaha dan memahami
agama yang dikirim oleh Tuhan dan membuat karunia-Nya menjadi bagian terdalam dari diri kita. Hal ini
akan menyebabkan moral yang tinggi dan kita juga akan menerima kesuksesan
materi. Jika kita mencoba dan mengambil bagian dari cahaya Ilahi, kita akan
benar-benar menerima kebaikan Tuhan. Jika kita mencoba dan mengambil bagian
dari cahaya Ilahi dengan kesungguhan maka moral yang tinggi akan ditanamkan
dalam diri kita; dan, itu akan menghilangkan kegelapan, kepalsuan, kemalasan, manipulasi,
serta penyakit hati lainnya.

Jika
kita ingin menyelamatkan generasi keturunan berikutnya dari efek buruk materialisme di zaman sekarang, kita harus
menjelaskan kepada mereka korelasi antara agama dan moralitas. Jika kita ingin
membuat kesuksesan materi, itu adalah tergantung pada bagaimana spiritualitas atau agama kita serta menghubungkan kesuksesan materi tersebut ke dalam agama. Kita
juga harus berusaha dan
menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan untuk diri kita sendiri.

Selengkapnya di: alislam.org.

_
Penerjemah:
Dildaar Ahmad; editor: Rahmat Ali.

MAJELIS Khuddamul Ahmadiyah Indonesia (MKAI) telah menerbitkan majalah GEMA edisi April 2015 dengan wajah baru melalui ebook. Sila baca. Isinya antara lain adalah: “Cerita EduTrip 5 pelajar ke Singapura”; “mengenal SEO yuk”; “Kuis GEMA”; dan lain-lain. Silah unduh di mkaid.org/GEMA-2015-April.

Kilasan Khoṭbah Jumat YM Khalīfatu’l-Masīḥ Masih V Mirzā Masroor Ahmad atba. tanggal 24 April 2015 di Masjid Baitul Futuh Morden, London, UK

BILA persahabatan
dengan sumber kekuasaan duniawi yang terbatas kekuatannya dapat
memberikan begitu banyak keuntungan kepada
seseorang maka bagaimana
persahabatan dengan Allāh? Bagaimana dunia
tidak akan takluk pada manusia yang demikian bersahabatnya dengan Allāh. Dengan
mengikuti agama yang hakiki secara benar, ia memungkinkan seseorang untuk
menang atas dunia seluruhnya.

Para sahabat Nabi saw. memperoleh karunia keduniawian
melalui Nabi saw. adalah bukan dengan cara mengikuti sarana-sarana materi,
melainkan dengan mengikuti agama. Keimanan yang sempurna
diperlukan untuk hal tersebut
yaitu keimanan yang menarik riḍa Allāh. Jika
seseorang telah mempunyai keyakinan sempurna, ia tidak akan pernah bisa
meninggalkan moral yang tinggi atau moral yang menyebabkan Allāh riḍa atau akhlak
faḍi’l-Lāh.

Jika
seseorang menerapkan semua aspek
moral dan mempraktekkan semuanya maka
dia akan meraih kejujuran, kebenaran,
kepercayaan, kesalehan, serta
kesucian. Ini tentu akan membuat dirinya memperoleh pengetahuan, keterampilan, kesadaran, kemampuan, dan ketekunan. Dia akan
mencapai kesuksesan duniawi juga.

Seorang
mukmin sejati harus lebih fokus pada hubungan spiritual. Manusia tidak akan
mendapat anugerah hingga dia mencapai puncak keunggulan dan kesempurnaan pada
sesuatu hal yang dikerjakan. Kesempurnaan dan keunggulan juga bermanfaat dalam hal agama. Seseorang harus berusaha
untuk itu.

Ḥaḍrat
Masīḥ Mau‘ūd a.s. biasa bersabda bahwa orang-orang yang mendapatkan keuntungan
dari beliau hanyalah mereka yang memiliki ikatan suci yang kuat dan erat dengan
beliau a.s.. Hubungan yang lemah dengan beliau a.s. tidak menguntungkan sama sekali. Jika ada seseorang yang berpaling kepada Allāh maka dia akan
diperlakukan sebagaimana
orang lain diperlakukan pada
masa lampau.

Bila seseorang
benar-benar mencoba untuk ikatan suci ini, dia akan
mencapainya. Apa yang dibutuhkan adalah bersujud kepada Allāh dengan ketulusan yang sempurna dan
ini membawa kesuksesan.

Kita
harus melakukan upaya untuk mencapai Tuhan, berusaha dan memahami
agama yang dikirim oleh Tuhan dan membuat karunia-Nya menjadi bagian terdalam dari diri kita. Hal ini
akan menyebabkan moral yang tinggi dan kita juga akan menerima kesuksesan
materi. Jika kita mencoba dan mengambil bagian dari cahaya Ilahi, kita akan
benar-benar menerima kebaikan Tuhan. Jika kita mencoba dan mengambil bagian
dari cahaya Ilahi dengan kesungguhan maka moral yang tinggi akan ditanamkan
dalam diri kita; dan, itu akan menghilangkan kegelapan, kepalsuan, kemalasan, manipulasi,
serta penyakit hati lainnya.

Jika
kita ingin menyelamatkan generasi keturunan berikutnya dari efek buruk materialisme di zaman sekarang, kita harus
menjelaskan kepada mereka korelasi antara agama dan moralitas. Jika kita ingin
membuat kesuksesan materi, itu adalah tergantung pada bagaimana spiritualitas atau agama kita serta menghubungkan kesuksesan materi tersebut ke dalam agama. Kita
juga harus berusaha dan
menjalin hubungan yang benar dengan Tuhan untuk diri kita sendiri.

Selengkapnya di: alislam.org.

_
Penerjemah:
Dildaar Ahmad; editor: Rahmat Ali.


MAJELIS Khuddamul Ahmadiyah Indonesia (MKAI) telah menerbitkan majalah GEMA edisi April 2015 dengan wajah baru melalui ebook. Sila baca. Isinya antara lain adalah: “Cerita EduTrip 5 pelajar ke Singapura”; “mengenal SEO yuk”; “Kuis GEMA”; dan lain-lain. Silah unduh di mkaid.org/GEMA-2015-April.