KEGIATAN belajar mengajar (KBM) Al-Hidayah School awal pekan lalu, Ahad (19/10), di kawasan hunian para pemulung, bilangan Depok.

Al-Hidayah School adalah lembaga nirlaba untuk mengadakan bimbingan belajar.

Bimbel diperuntukkan bagi pemberdayaan anak-anak di kawasan hunian para pemulung.

Alhamdulil-Laah, pekan ini, ada 10 (sepuluh) voluntir tenaga pengajar yang datang dari Jakarta Barat, Kebayoran, Lenteng Agung, dan Depok.

Muballigh wilayah DKI Jakarta-dan-Depok Maulana Iskandar Ahmad Gumay berkesempatan menyampaikan harapannya terkait KBM kemarin.

Maulana Gumay berharap, semoga Allah Taala curahkan rida-Nya yang khas bagi para pengkhidmat—aamiin; mubaarak.




KEGIATAN belajar mengajar (KBM) Al-Hidayah School awal pekan lalu, Ahad (19/10), di kawasan hunian para pemulung, bilangan Depok.

Al-Hidayah School adalah lembaga nirlaba untuk mengadakan bimbingan belajar.

Bimbel diperuntukkan bagi pemberdayaan anak-anak di kawasan hunian para pemulung.

Alhamdulil-Laah, pekan ini, ada 10 (sepuluh) voluntir tenaga pengajar yang datang dari Jakarta Barat, Kebayoran, Lenteng Agung, dan Depok.

Muballigh wilayah DKI Jakarta-dan-Depok Maulana Iskandar Ahmad Gumay berkesempatan menyampaikan harapannya terkait KBM kemarin.

Maulana Gumay berharap, semoga Allah Taala curahkan rida-Nya yang khas bagi para pengkhidmat—aamiin; mubaarak.

BERTEPATAN 5 Oktober 2014, hari raya idul adha menjadi momentum yang penuh dengan nuansa kekeluargaan, solidaritas, dan rasa syukur.

Wakil Ketua JAI Kebayoran Pupu Abdul Gofur menyerahkan 1 ekor kambing kepada Kepolisian Sektor Kebayoran Lama yang diwakili oleh Pak Gita, Ahad pagi lalu.

1 ekor lagi secara terpisah diserahkan langsung ke kantor Koramil Kebayoran Lama.


BERTEPATAN 5 Oktober 2014, hari raya idul adha menjadi momentum yang penuh dengan nuansa kekeluargaan, solidaritas, dan rasa syukur.

Wakil Ketua JAI Kebayoran Pupu Abdul Gofur menyerahkan 1 ekor kambing kepada Kepolisian Sektor Kebayoran Lama yang diwakili oleh Pak Gita, Ahad pagi lalu.

1 ekor lagi secara terpisah diserahkan langsung ke kantor Koramil Kebayoran Lama.

TELAH lahir Aisya Ahmad, bayi perempuan, puteri dari Faqih Ahmad dan Ina, Sabtu (27/9) pagi sekitar pukul 10.

Semoga menjadi cahaya mata dan penyejuk bagi keluarga, Jemaat, agama, dan bangsa negara. Aamiin.

ADMIN IslamKu.net Firdaus Mubarik (Nazim Isyaat MKAI Kebayoran) pada Sabtu, 27 September 2014, berangkat ke Yangoon, Myanmar. Wiih, jalan-jalan, Man!

Tapi ternyata itu bukan jalan-jalan sembarangan.

Firdaus ada acara dan kerjaan serius bidang kemanusiaan yang notabene dia juga seorang jurnalis.

Firdaus berangkat dari bandara Soetta Sabtu pagi.

Tidak langsam di Yangoon, Firdaus malah “terdampar” di airport Bangkok lima jam.

Apa kagak lumutan tuh?

Ya iyalah. Firdaus tidak boleh keluar airport. Tepatnya, enggak boleh keluar dari ‘departure area’.

“Kalau boleh udah kelayakan, hi hi hi,” kata Firdaus via grup WhatsApp GS18.

Jalur jalanan maju di Yangoon berada di kanan. Tapi setir mobil ada pada kanan, kayak Indonesia. Agak bahaya sih, cerita Firdaus.

Abis dari Bangkok, lanjut ke Myanmar. Jauh banget.

Firdaus punya jadwal pas Sabtu malam. Dia ingin ketemu ex narapidana politik yang sekarang bikin koperasi taxi.

Jumlah ex tapol di Myanmar ada 2500 orang. Luar biasa loh junta militer ini, kata Firdaus.

Tapi, orang-orang pendukung politisi Aun San punya banyak cara kreatif, kata Firdaus. Dia ingin belajar dari mereka.

Selama di Yangoon, di sela-sela acara, Firdaus menyempatkan bersilaturahmi ke masjid Jemaat Ahmadiyah.

Masjid berada di pusat kota. Ia depan-depanan sama Pasar Scoot, pasar terbesar di downtown.

Di masjid itu ada satu muballigh, tiga muallim, dan beberapa murabi lokal. Muballigh dan muallimnya berasal dari luar Myanmar, alias impor.

Pada salah satu foto, Firdaus berpose bersama seorang muallim.

Rupanya muallim itu kenal dengan dan merupakan kawan dari seorang muballigh markazi Indonesia saat masih pendidikan di Qadian.

Muballigh Indonesia yang dimaksud adalah Maulana Mahmud Ahmad Wardi asal Garut.

Firdaus cuma sebentar di masjid jemaat Yangoon. Dia mesti buru-buru balik ke acara.

Kata Firdaus, mereka penasaran ‘ama Ahmadiyah di Indonesia.

(DMX)

JAI Kebayoran mendapat undangan seminar nasional dan kuliah publik dari Universitas Paramadina Jakarta, Sabtu (27/9).

Temanya adalah “Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013.”

Dalam merchandise yang dibagikan kepada para peserta, tertera moto “Love for All, Hatred for None.”

Seminar adalah kerjasama lembaga Paramadina, Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), The Asia Foundation, dan AGPAII.

Menurut Muballigh JAI Wilayah DKI Jakarta Maulana Iskandar Ahmad Gumay, diam-diam,
Paramadina, LSAF, dan lain-lain, kesemsem moto kita. Ia dipajang paling gede motonya.

Ketua JAI Kebayoran Haji Kandali Lubis menyatakan, itulah bukti bahwa pemahaman Ahmadiyah sudah mulai diterima publik.👍

Apalagi jika itu dikaitkan visi JAI menjelang 100 tahun dalam rangka mengikis stigma negatif mengenai paham Ahmadiyah di ruang publik.

Alhamdulil-Laah, sudah mulai membuahkan hasil, dengan izin Allāh Ta’aalaa, imbuh Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Aamiin.[] DMX

OBITUARI. BERITA duka cita, telah wafat Ketua Lajnah Imaillah JAI Kebayoran Hajjah Syahida Lubis, Kamis, 25 September 2014, sekitar pukul 22.30 WIB di hospital PELNI Jakarta Barat.

Hajjah Syahida Lubis adalah isteri dari Haji Raden Ade Martakoesoemah, meninggalkan satu putera, dua puteri, dan dua cucu.

Jenazah dimandikan dan dikafani di rumah kediaman Hajjah Raden Netty Partakoesoemah di Palmerah, Jakarta Barat pada Jumat, 26 September 2014.

Shalat jenazah dilangsungkan di halaman Masjid Al-Hidayah Kebayoran Lama Selatan bada Shalat Jumat. Bertindak sebagai imam adalah Muballigh JAI Wilayah DKI Jakarta Maulana Iskandar Ahmad Gumay.

Jenazah dikuburkan di Blok A TPU Tanah Kusir Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.

Sebelum wafat, Almarhumah Syahida Lubis sempat dirawat intensif karena kanker payudara.

Selama perawatan intensif, jabatan ketua dijalankan oleh wakil ketuanya, Ira Rahayu.

Sepanjang hayat, Almarhumah Syahida dikenal sebagai Ahmadi yang mukhlis, sederhana, dan tak kenal lelah dalam berkhidmat di Jemaat.

Almarhumah adalah calon musiah, aktif di dalam kegiatan sosial, pengajian, muawanah, memimpin rapat pengurus bulanan, hingga dialog lintas iman.

Semoga darma bakti Almarhumah menjadi inspirasi bagi yang telah ditinggalkannya, menjadikan amal jariyah yang tiada henti mengalir.

Semoga Allah swt. Yang Maha Mencintai menempatkan ruh Almarhumah pada ketinggian-Nya di surga firdaus. Rest in peace. Innaa lil-Laahi wa innaa ilaihi rooji’uun.[] DMX



TELAH lahir Aisya Ahmad, bayi perempuan, puteri dari Faqih Ahmad dan Ina, Sabtu (27/9) pagi sekitar pukul 10.

Semoga menjadi cahaya mata dan penyejuk bagi keluarga, Jemaat, agama, dan bangsa negara. Aamiin.




ADMIN IslamKu.net Firdaus Mubarik (Nazim Isyaat MKAI Kebayoran) pada Sabtu, 27 September 2014, berangkat ke Yangoon, Myanmar. Wiih, jalan-jalan, Man!

Tapi ternyata itu bukan jalan-jalan sembarangan.

Firdaus ada acara dan kerjaan serius bidang kemanusiaan yang notabene dia juga seorang jurnalis.

Firdaus berangkat dari bandara Soetta Sabtu pagi.

Tidak langsam di Yangoon, Firdaus malah “terdampar” di airport Bangkok lima jam.

Apa kagak lumutan tuh?

Ya iyalah. Firdaus tidak boleh keluar airport. Tepatnya, enggak boleh keluar dari ‘departure area’.

“Kalau boleh udah kelayakan, hi hi hi,” kata Firdaus via grup WhatsApp GS18.

Jalur jalanan maju di Yangoon berada di kanan. Tapi setir mobil ada pada kanan, kayak Indonesia. Agak bahaya sih, cerita Firdaus.

Abis dari Bangkok, lanjut ke Myanmar. Jauh banget.

Firdaus punya jadwal pas Sabtu malam. Dia ingin ketemu ex narapidana politik yang sekarang bikin koperasi taxi.

Jumlah ex tapol di Myanmar ada 2500 orang. Luar biasa loh junta militer ini, kata Firdaus.

Tapi, orang-orang pendukung politisi Aun San punya banyak cara kreatif, kata Firdaus. Dia ingin belajar dari mereka.

Selama di Yangoon, di sela-sela acara, Firdaus menyempatkan bersilaturahmi ke masjid Jemaat Ahmadiyah.

Masjid berada di pusat kota. Ia depan-depanan sama Pasar Scoot, pasar terbesar di downtown.

Di masjid itu ada satu muballigh, tiga muallim, dan beberapa murabi lokal. Muballigh dan muallimnya berasal dari luar Myanmar, alias impor.

Pada salah satu foto, Firdaus berpose bersama seorang muallim.

Rupanya muallim itu kenal dengan dan merupakan kawan dari seorang muballigh markazi Indonesia saat masih pendidikan di Qadian.

Muballigh Indonesia yang dimaksud adalah Maulana Mahmud Ahmad Wardi asal Garut.

Firdaus cuma sebentar di masjid jemaat Yangoon. Dia mesti buru-buru balik ke acara.

Kata Firdaus, mereka penasaran ‘ama Ahmadiyah di Indonesia.

(DMX)